Makam Marhum Pekan: Situs Sejarah dan Warisan Budaya Kota Pekanbaru
Makam Marhum Pekan merupakan salah satu situs bersejarah terpenting di Kota Pekanbaru. Tempat ini bukan hanya menjadi lokasi persemayaman para pendiri kota, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan sejarah Melayu-Riau yang tinggi. Makam ini menjadi simbol awal terbentuknya Kota Pekanbaru dan pusat penghormatan terhadap leluhur.
Sejarah dan Signifikansi
Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, yang dikenal sebagai Marhum Pekan, adalah salah satu tokoh penting dari Kesultanan Siak Sri Indrapura. Setelah wafat pada abad ke-18, beliau dimakamkan di kompleks yang kini dikenal sebagai Makam Marhum Pekan. Selain beliau, beberapa anggota keluarga kerajaan dan bangsawan lainnya juga dimakamkan di kompleks ini. Makam ini menjadi saksi sejarah awal Kota Pekanbaru dan memiliki nilai religius, budaya, dan sosial yang tinggi bagi masyarakat Melayu.
Letak dan Tata Ruang Pemakaman
Kompleks makam terletak di Kelurahan Kampung Bandar Senapelan, Pekanbaru, berdekatan dengan Masjid Raya Senapelan. Di dalam kompleks terdapat beberapa makam yang tersusun berundak dengan permukaan dilapisi marmer. Nisan terbuat dari batu andesit, sedangkan nisan asli yang terbuat dari kayu kini disimpan di museum untuk pelestarian. Penataan ini mempertahankan nuansa sejarah sekaligus memudahkan pemeliharaan situs.
Peran Sosial, Budaya, dan Wisata Religi
Makam Marhum Pekan berfungsi sebagai tempat ziarah dan penghormatan terhadap pendiri Kota Pekanbaru. Kunjungan dilakukan oleh masyarakat maupun pejabat kota, terutama saat peringatan hari jadi Pekanbaru. Selain aspek religius, makam ini juga menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya Melayu, mengenalkan generasi muda terhadap asal-usul kota dan nilai kebudayaan lokal. Lokasi ini juga menarik wisatawan yang ingin menelusuri sejarah awal Pekanbaru serta memahami warisan budaya Melayu-Riau.
Pelestarian dan Perlindungan
Kompleks makam telah diakui sebagai cagar budaya di Pekanbaru. Meskipun dilakukan renovasi dan pembaruan nisan, upaya pelestarian tetap dilakukan untuk menjaga nilai historis dan kultural. Pemeliharaan rutin, dokumentasi, dan sosialisasi sejarah kepada masyarakat menjadi bagian dari strategi mempertahankan warisan budaya ini agar tetap relevan bagi generasi mendatang.
Kesimpulan
Makam Marhum Pekan adalah simbol sejarah, identitas, dan budaya Melayu di Pekanbaru. Keberadaan makam ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi pusat edukasi sejarah dan wisata religi. Pelestarian yang berkelanjutan penting dilakukan agar masyarakat dan generasi mendatang dapat menghargai jasa pendiri kota serta memahami akar sejarah dan budaya lokal.
Daftar Pustaka
Pemerintah Provinsi Riau, “Ziarah ke Jejak Sejarah di Makam Pendiri Kota Pekanbaru”.
Pemerintah Kota Pekanbaru, “Wali Kota Pekanbaru Ziarah ke Makam Pendiri Kota Pekanbaru Menjelang Hari Jadi Pekanbaru”.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Riau, Data Kompleks Makam Marhum Pekan sebagai Objek Wisata Religi.
Buku Cagar Budaya di Riau, Dokumentasi Situs Makam dan Cagar Budaya di Pekanbaru.
Literatur Sejarah Melayu, Sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura dan Asal Usul Pekanbaru.
Pemerintah Provinsi Riau, “Ziarah ke Jejak Sejarah di Makam Pendiri Kota Pekanbaru”.
Pemerintah Kota Pekanbaru, “Wali Kota Pekanbaru Ziarah ke Makam Pendiri Kota Pekanbaru Menjelang Hari Jadi Pekanbaru”.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Riau, Data Kompleks Makam Marhum Pekan sebagai Objek Wisata Religi.
Buku Cagar Budaya di Riau, Dokumentasi Situs Makam dan Cagar Budaya di Pekanbaru.
Literatur Sejarah Melayu, Sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura dan Asal Usul Pekanbaru.