Masjid Raya Senapelan: Jejak Sejarah dan Identitas Melayu di Pekanbaru
Masjid Raya Senapelan merupakan salah satu situs bersejarah paling penting di Kota Pekanbaru. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah awal terbentuknya Kota Pekanbaru. Keberadaannya mengandung nilai arsitektur, budaya, dan spiritual yang sangat kuat bagi masyarakat Melayu.
Sejarah Berdirinya
Masjid Raya Senapelan dibangun pada abad ke-18, diperkirakan sekitar tahun 1760-an, oleh Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, salah satu tokoh penting dalam Kesultanan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, wilayah Senapelan merupakan pusat perdagangan dan permukiman strategis di tepi Sungai Siak, yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal Kota Pekanbaru.
Keberadaan masjid ini menunjukkan kuatnya peran Islam dalam struktur sosial masyarakat Melayu Riau sejak masa awal pertumbuhan daerah tersebut.
Arsitektur dan Keunikan
Masjid Raya Senapelan memiliki arsitektur khas Melayu yang berpadu dengan unsur Timur Tengah. Ciri-ciri mencoloknya meliputi bentuk bangunan bertiang tinggi, ornamen kayu berukir, serta atap bertingkat seperti rumah adat Melayu. Masjid ini juga memiliki mihrab dan mimbar tua yang masih terawat dan menjadi bukti keaslian bangunan bersejarah tersebut.
Keunikan lainnya adalah penggunaan kayu sebagai material utama, yang hingga kini tetap kokoh berkat teknik konstruksi tradisional masyarakat Melayu. Renovasi yang dilakukan tetap mempertahankan karakter asli bangunan, sehingga masjid terus menjadi simbol budaya dan identitas lokal.
Peran Sosial dan Budaya
Selain menjadi pusat ibadah, Masjid Raya Senapelan berperan sebagai tempat penyebaran pendidikan Islam sejak masa lampau. Kegiatan belajar mengajar seperti mengaji, diskusi keagamaan, dan pendidikan budaya Melayu sering dilakukan di area masjid.
Masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi dan sejarah, menarik pengunjung dari dalam maupun luar daerah. Banyak wisatawan datang untuk melihat langsung jejak perkembangan awal Kota Pekanbaru dan merasakan atmosfer budaya Melayu yang kuat.
Pelestarian dan Pengembangan
Pemerintah Kota Pekanbaru bersama masyarakat sekitar terus melakukan upaya pelestarian untuk menjaga keaslian dan nilai historis masjid. Program revitalisasi, dokumentasi sejarah, serta promosi wisata religi menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan warisan budaya ini.
Dengan pelestarian yang berkelanjutan, Masjid Raya Senapelan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, sejarah, dan identitas budaya bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
Daftar Pustaka
Asnan, Gusti. Sejarah Riau dan Dunia Melayu.
Effendi, Tenas. Adat Resam Melayu Riau.
Pemerintah Kota Pekanbaru. Profil Cagar Budaya Kota Pekanbaru.
Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. Warisan Budaya Tak Benda dan Cagar Budaya Riau.
Lembaga Adat Melayu Riau. Kearifan Lokal Masyarakat Melayu.
Asnan, Gusti. Sejarah Riau dan Dunia Melayu.
Effendi, Tenas. Adat Resam Melayu Riau.
Pemerintah Kota Pekanbaru. Profil Cagar Budaya Kota Pekanbaru.
Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. Warisan Budaya Tak Benda dan Cagar Budaya Riau.
Lembaga Adat Melayu Riau. Kearifan Lokal Masyarakat Melayu.